Kebutuhan makanan untuk makan siang, rapat kantor, hingga berbagai kegiatan menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner. Salah satunya De Japung yang tidak hanya menawarkan sambal pecel sebagai produk unggulan, tetapi juga mengembangkan layanan catering, nasi box, snack box, serta peyek kacang dan peyek teri.
Pemilik De Japung, Helda Lina, mengatakan bahwa saat ini kegiatan usahanya berkembang ke berbagai layanan kuliner. Selain memproduksi sambal pecel, ia juga menjalankan usaha catering dan menyediakan kebutuhan makanan untuk pelanggan yang membutuhkan nasi kotak maupun snack box.
Aktivitas usaha tersebut salah satunya dijalankan melalui kantin yang berada di kawasan Pegadaian Salemba. Di tempat tersebut, pelanggan dapat menemukan menu makan siang yang berganti-ganti. Beberapa menu yang tersedia antara lain rawon, garang asem, pecel, hingga opor ayam yang menjadi salah satu menu andalan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan makanan dalam jumlah tertentu, De Japung juga menerima pesanan nasi box dan snack box. Pemesanan dapat dilakukan mulai dari jumlah minimal 10 paket. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk rapat kantor maupun acara kecil.
Untuk nasi box, pilihan harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari sekitar Rp15.000 hingga Rp45.000, tergantung menu dan lauk yang dipilih. Paket dengan harga tertentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk pilihan lauk dan pelengkap lainnya. Sementara untuk snack box, tersedia pilihan harga mulai dari sekitar Rp10.000 hingga Rp25.000, tergantung isi yang diinginkan.
Helda menjelaskan bahwa pelanggan dapat melakukan pemesanan sesuai kebutuhan. Untuk pesanan dalam jumlah kecil di bawah minimal pemesanan, pelanggan juga dapat langsung datang ke kantin De Japung di Salemba untuk membeli makanan secara satuan.
"Kadang-kadang hanya untuk kantor lagi rapat atau ada acara kecil-kecilan mendadak kita bisa boleh 10 pack," jelas Helda.
Selain catering dan nasi box, sambal pecel tetap menjadi salah satu produk yang terus dikembangkan. Produk ini memiliki karakter rasa pedas manis dengan rasa pedas yang cukup dominan. Namun, pelanggan yang memiliki selera berbeda tetap dapat melakukan permintaan khusus.
"Kalau ada pesanan yang tidak suka pedas itu juga bisa kita lakukan," kata Helda.
Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu cara De Japung melayani pelanggan dengan kebutuhan yang beragam. Sambal pecel dapat dipesan dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil hingga ukuran lebih besar. Produk juga dikemas dengan memperhatikan ketahanan selama proses penyimpanan dan pengiriman.
Untuk penyimpanan, sambal pecel yang belum dibuka dapat bertahan sekitar satu hingga dua minggu di luar ruangan. Setelah kemasan dibuka, produk disarankan disimpan di dalam kulkas. Menurut Helda, dengan penyimpanan yang baik dan kemasan yang ditutup rapat, sambal pecel dapat bertahan hingga beberapa bulan.
Produk De Japung juga telah dikirim ke luar kota. Helda menyebut beberapa daerah yang pernah menerima kiriman sambal pecel antara lain Bandung, Semarang, dan Lampung. Pengiriman dilakukan dengan memperhatikan pilihan layanan yang memungkinkan produk sampai dalam waktu relatif cepat.
Selain sambal pecel, peyek menjadi produk lain yang ikut dikembangkan. De Japung menyediakan peyek kacang dan peyek teri yang dapat menjadi teman makan pecel atau dinikmati sebagai camilan. Untuk produk peyek, tersedia pilihan ukuran dan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Saat ini, pemasaran De Japung dilakukan melalui dua jalur. Selain berjualan secara langsung melalui kantin dan mengikuti bazar pada event tertentu, media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi. Instagram dan TikTok menjadi platform yang digunakan untuk memperkenalkan produk De Japung kepada masyarakat.
Helda menyadari bahwa perkembangan teknologi digital membuat pelaku UMKM perlu mengikuti perubahan perilaku konsumen. Media sosial menjadi salah satu cara agar produk yang dibuat dapat diketahui oleh masyarakat yang lebih luas.
"Sebenarnya bazar tetap jalan, sosial media juga ya memang kita harus, saat ini ya karena sekarang era digital," ujar Helda.
Ke depan, De Japung berharap dapat memperluas jangkauan pasar dan mendapatkan lebih banyak pelanggan. Tidak hanya sambal pecel, Helda juga berharap produk peyek dan layanan catering, termasuk nasi box, dapat semakin dikenal dan memiliki lebih banyak pesanan.
Bagi pelanggan yang ingin mengetahui produk The Japung, informasi dapat ditemukan melalui media sosial dengan nama De Japung. Konsumen juga dapat menghubungi melalui pesan langsung untuk mengetahui produk dan melakukan pemesanan.
Dengan menggabungkan penjualan produk sambal pecel, peyek, makanan siap santap, serta layanan catering, De Japung berusaha menjawab kebutuhan kuliner yang semakin beragam. Dari kebutuhan makan siang sehari-hari hingga pesanan untuk acara dan kegiatan kantor, usaha kuliner ini terus berupaya berkembang dengan menyesuaikan kebutuhan pelanggan.